![]() |
| Dok|Misbahul Wani |
Melihat semakin banyak siswa melanjutkan ke perguruan tinggi negeri ataupun swasta di Madura dan Pulau Jawa. Sehingga jumlah mahasiswa di desa Kajjan semakin bertambah setiap tahunya. Untuk itu, dari kegelisashan beberapa mahasiswa Kajjan untuk menciptakan perkumpulan ketika libur semester atau liburan panjang. Dimulai dari menikmati secangkir kopi atau diskusi tentang desa Kajjan dan dunia perkuliahan di Blega. Maka terciptalah Forum Komunikasi Mahasiswa Kajjan yang disingkat FKMK.
Pembentukan FKMK tidak lepas dari perkumpulan mahasiswa Kajjan sejak tahun 2016 sampai 2020, dengan jumlah mahasiswa yang tergabung di FKMK hanya segelintir mahasiswa, Ahmad Hasyim-Sekolah Tinggil Ilmu Tarbiyah Al-Ibrohimi (STITAL) Galis, Zainuddin-Sokolah Tinggi Ilmu Usuluddin Darussalam (STIUDA) Pakong, Misbahul Wani-Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, dan Abu Aman-Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya.
Dari tahun ketahun FKMK berjalan tanpa tujuan yang pasti, hanya sekadar diskusi dan saling sapa jika bertemu. Ujung-ujungnya diskusi di Blega membahas apa saja, terutama memikirkan masa depan FKMK akan seperti apa. Setidaknya ada perkumpulan mahasiswa yang bisa diajak diskusi tentang desa Kajjan, baik dari segi pendidikan, ekonomi, sosial, budaya, agama, dan kultur yang mengakar di desa Kajjan.
Selain itu, kesadaran-kesadaran kami tentang perkumpulan mahasiswa memang sangat dibutuhkan, melihat perkembangan zaman yang dituntut untuk melakukan perubahan dan tidak lupa Tri Darma Perguruan Tinggi. Apalagi kebutuhan generasi yang akan melanjutkan ke perguruan tinggi membutuhkan sedikit bekal atau cerita seperti apa dunia perkuliahan.
Sehingga dari kami yang sudah lelah beberapa tahun hanya perkumpulan yang butuh perekat dan dukungan yang lebih besar. Kami sadar kalau perkumpulan ini harus sesuai dengan roda organisasi pada umumnya. Menampung ide-ide untuk kebaikan dan perbaikan mahasiswa yang berasal dari Kajjan, terkhusus untuk desa Kajjan.
Terbentuknya Forum Mahasiswa Kajjan
Bertepatan pada 01 Juni 2020 Forum Mahasiswa Kajjan atau disingkat FMK terbentuk oleh beberapa mahasiswa yang berasal dari desa kajjan. Adapaun proses pembentukan FMK di kediaman Zainuddin-dusun Dumas. Tercatat delapan mahasiswa, Moh. Khuzairi, Abdur Rahman, Zainuddin, Ruslan-Sokolah Tinggi Ilmu Usuluddin Darussalam (STIUDA) Pakong, Abu Aman-Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Khoirur Rofik-Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Misbahul Wani- Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, dan Muklis-Universitas Janabadra Yogyakarta.
Peralihan nama FKMK menjadi FMK tidak lepas dari kesepakatan bersama. Tidak lepas dari penggagas terciptanya FKMK dari Zainuddin, Misbahul Wani dan Abu Aman. Ini merupakan perjuangan yang panjang dari tahun 2016, baru bisa terbentuk empat tahun kemudian di tahun 2020.
Melihat kebutuhan struktural di FMK untuk periode tahun 2020, maka terbentuklah Ketua Satu-Zainuddin, Ketua Dua-Abdur Rohman, Sekretaris Umum-Abu Aman, Bendahara-Moh. Khuzairi, dan sebagai pemegang Media, Misbahul Wani.
Tujuan Terbentuknya Forum Mahasiswa Kajjan
Untuk selanjutnya pada 02-14 Juni 2020 pembentukan FMK disempurnakan di kediaman Abu Aman-Ra’as. Yang dihadiri oleh Zainuddin, Maskuroh, Maulida, Ruslan, Moh. Khuzairi, Khoirur Rofik, Misbahul Wani, Muklis, dan Abu Aman. Selanjutnya, diselesaikan di kediaman Abu Aman, mengisi kebutuhan-kebutuhan yang sangat perlu untuk diisi dan disempurnakan dengan serangkain musyawarah.
Adapun jargon atau semboyan FMK “Bergerak Bangkit, Desaku Maju”. Sedangkan untuk Visi FMK: inklusif, edukatif, solutif. Misi FMK: Membangun komitmen dan integritas internal, masyarakat umum sebagai mitra komunikasi, belajar dan berproses, menyiarkan pentingnya pendidikan, dan menghadirkan solusi sebagai problem solving masyarakat.
*Ditulis oleh Abu Aman, sebagai Sekretaris Umum FMK 2020-2021.

إرسال تعليق