| Dok|FMK |
“Pertama yang perlu saya sampaikan adalah tentang kesolidan kita, dimana kita ketahui bahwa semua mahasiswa-mahasiswi di Kajjan ini tidak dari satu kampus. Kita asalnya berbeda, semuanya berbeda, tapi perbedaan itu bukanlah menjadi penghalang untuk kita bisa bersatu, bersama, melangkah bersama, demi kemajuan dan kemajuan desa kita khususnya,” katanya, Minggu (24/10/2021).
Ketua Umum FMK 2021 mengatakan, ketika berbicara prihal perbedaan tidak akan ada habisnya. Melihat perbedaan yang ada di diri kita masing-masing, banyak ditemukan perbedaannya.
“Jadi kalau kita berbicara tentang perbedaan, itu tidak akan ada habisnya, bahkan dalam diri kita sendiri itu ada perbedaan,” katanya dengan tegas.
Selain itu, meskipun banyak ditemukan perbedaan diantara anggota FMK. Jadikan perbedaan itu sebagai kekuatan untuk merawat kesatuan misi dan visi dengan sekuat mungkin. Agar FMK tetap ada dan selalu bergandengan tangan.
“Kita bangun solidaritas untuk FMK ini setinggi mungkin, sekuat mungkin. Jangan jadikan alasan perbedaan alamamater, perbedaan karakter, perbedaan tingkat kualitas IQ kita, sebagai penghalang untuk kita tidak solidan dalam Forum Mahasiswa Kajjan ini,” tambah Zai panggilan akrabnya.
Selaku Sekretaris di Remaja Masjid (Remas) Masjid Al-Mubarakah, Bejengan, Kajjan menekankan, setiap penghalang yang menjadi pembatas antara anggota FMK atau mahasiswa Kajjan dan jangan sampai lebih mementingkan diri masing-masing. Sebab keegoisan tidak penting daripada FMK.
"Terkait solidaritas tadi, memang saya tekankan jangan sampai ada satir atau pemisah diantara sataretanan-sataretanan mahasiswa Kajjan. Jangan sampai kita lebih mengutamakan atau mementingkan ego kita, jadi bahwa FMK ini adalah paling penting, paling penting daripada keegoisan kita.” Tekannya kepada anggota FMK
Penulis: Abu Aman
Posting Komentar